Tampilkan postingan dengan label d'I-NET. Tampilkan semua postingan

Selain Bisa 4G, Ini Fitur Lain Andalan BlackBerry Leap

Barcelona - BlackBerry Leap sejatinya tak jelek-jelek amat. Dengan layar sentuh 5 inch, OS BlackBerry 10.3.1, baterai yang tahan lama, keyboard virtual terbaik, dan sudah bisa 4G LTE. Rasanya cukup lumayan untuk ponsel kelas menengah.

Smartphone yang baru saja dirilis di ajang Mobile World Congress 2015, Barcelona, ini bisa dibilang penerus dari BlackBerry Jakarta Z3 yang juga diluncurkan di tempat yang sama tahun sebelumnya.

"Dalam dunia mobile saat ini, yang dipengaruhi oleh tren seperti BYOD, dimana data pribadi dan perusahaan sering mendapat serangan dari hacker, perusahaan dan konsumen sehari-hari mencari tahu dengan cara yang tidak mudah bahwa keamanan mobile adalah yang terpenting," kata Ron Louks, President Devices & Emerging Solutions BlackBerry. 

BlackBerry Leap, menurutnya, diciptakan untuk profesional dengan mobilitas tinggi yang melihat ponsel pintar mereka sebagai alat produktivitas yang kuat dan tahan lama serta perlindungan komunikasi sensitif setiap saat.

"Dengan BlackBerry Leap melengkapi portofolio BlackBerry terbaru, termasuk BlackBerry Pasport dan BlackBerry Classic, kami terus memberikan produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan konsumen dan perusahaan pelanggan kami," tambah Louks dalam emailnya kepada detikINET, Rabu (4/3/2015).

Soal harga, BlackBerry Leap seperti dilansir GSMArena, akan dibanderol USD 275 atau sekitar Rp 3,6 juta. Ponsel ini katanya akan mulai beredar di pasar global sejak April 2015.

Jejak Remah Roti Galaxy S6

Barcelona - Diawali dari Bridge Pavillion di kota Zaragoza sampai ke Park Guell karya Antonio Gaudi di Barcelona, jejak petunjuk penciptaan Galaxy S6 coba dilontarkan.

Ini adalah cerita lain di balik kelahiran ponsel yang dikenal sebagai The Next Galaxy dan disebut punya cita rasa tinggi untuk urusan desain itu. Gaya kontemporer dipilih oleh Samsung untuk penampilan yang manis dari ponselflagship terbarunya tersebut.
http://images.detik.com/content/2015/03/04/317/s6inet4.jpg
Hal ini sejatinya coba dibisikkan Samsung dalam lawatannya ke Barcelona, Spanyol untuk menyambut Galaxy S6 yang turut diikuti detikINET.

Petunjuk itu dimulai dari Bridge Pavillion yang merupakan karya arsitek modern Zaha Hadid. Lucky Sebastian, gadget enthuasiast yang ikut dalam rombongan lawatan ini menyebut jika kunjungan ke ikon kota Zaragoza itu merupakan bagian dari bread crumbles alias remah-remah roti yang sengaja ditinggalkan untuk menguak sebuah misteri. Ya, tentu saja, misteri yang dimaksud di sini adalah Galaxy S6.

Sebelum acara utama dimulai, orang dalam Samsung memang menyebut jika Galaxy S6 bakal desain fluid alias melengkung. Nah, hal ini cocok dengan gaya arsitektur Bridge Pavillion yang fluid kontemporer.



Oh iya, Lucky sendiri selama ini dikenal sebagai tukang ngoprek gadget. Namun padahal, pentolan komunitas Gadtorade ini memiliki basic sekolah arsitektur. Tak heran ia sudah familiar dengan urusan desain arsitektur

Ericsson Makin Lengket dengan Telkomsel

Barcelona - Ericsson semakin mempererat kemitraannya dengan Telkomsel. Keduanya baru saja bikin kesepakatan baru yang bikin vendor jaringan nomor satu dunia dan operator seluler terbesar di Indonesia ini makin lengket. 
http://images.detik.com/content/2015/03/04/328/loopstationjkt_rachman8a.jpg
Di sela perhelatan Mobile World Congress 2015 yang tengah berlangsung di Barcelona, Ericsson mengumumkan kalau mereka digandeng Telkomsel untuk melakukan transformasi bertajuk Operations Support Systems (OSS).

"Kesepakatan dengan Telkomsel ini adalah yang pertama di dunia. Prosesnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Ide besarnya adalah membuat transformasi operasi tradisional telekomunikasi ke zaman digital," ucap Thomas Jul, Presiden Direktur Ericsson Indonesia saat ikut ditemui detikINET di Barcelona.

Dengan transformasi OSS ini, operator akan lebih mampu memenuhi keinginan pelanggan yang makin beragam, juga lebih efisien menangani pertumbuhan jaringan yang cepat. Telkomsel akan memakai berbagai solusi software Ericsson untuk menyediakan layanan seluler lebih premium.

"Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai sebuah negara itu memiliki kemampuan. Dari pandangan di luar, industri operator di Indonesia itu sebenarnya inovatif dan kompetitif," papar Thomas.

Dalam kesepakatan ini, solusi bernama Consulting and System Integration dari Ericsson akan memainkan peran kunci dalam konsolidasi dan rencana tranformasi operasional jaringan Telkomsel. Ericsson juga bakal menyediakan solusi OSS terkini untuk manajemen kualitas layanan.

Sedangkan Ericsson Discovery and Reconciliation serta Ericsson Experience Manager akan menggantikan solusi lama yang digunakan oleh Telkomsel.

Intel Jor-joran Pamer Teknologi Baru di Barcelona

Barcelona - CEO Intel Corp. Brian Krzanich memamerkan serangkaian teknologi baru di ajang MWC 2015 di Barcelona, Spanyol. Mulai dari platform mobile system-on-chip (SoC) untuk smartphone, phablet dan tablet, fitur keamanan baru, hingga 4G LTE dan persiapan menyambut 5G. 

Dengan teknologi yang mencakup silikon, perangkat lunak dan keamanan, Krzanich mengatakan Intel adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang mampu memberikan solusi end-to-end untuk perangkat, jaringan dan cloud.

Seperti detikINET kutip dari keterangannya, Rabu (4/3/2015), Intel mengenalkan seri prosesor Intel Atom x3 -- sebelumnya dengan kode nama SoFIA -- platform komunikasi terintegrasi pertama dari Intel untuk tablet, phablet, dan smartphone murah. 

Prosesor 14nm 64-bit



Menggabungkan 64-bit multi-inti prosesor Intel Atom dengan konektivitas 3G atau 4G LTE, system-on-chip komunikasi terintegrasi ini menggabungkan prosesor aplikasi, prosesor sensor gambar, grafik, audio, konektivitas dan manajemen daya komponen dalam chipset sistem tunggal. 

Integrasi ini memungkinkan produsen perangkat untuk memberikan fitur tablet, phablet dan smartphone yang lengkap pada titik harga yang terjangkau untuk masuk dalam nilai pasar segmen yang berkembang pesat. Dua puluh perusahaan, termasuk ASUS dan Jolla, telah berkomitmen untuk membuat desain perangkat menggunakan Intel Atom

Pernah Gagal, BlackBerry Kangen Bikin Tablet Lagi

Jakarta - Tentu sebagian dari kita masih ingat, BlackBerry pernah merilis tablet di 2011. Sayangnya, tablet yang dinamai PlayBook itu tidak sukses -- kalau tak mau dibilang gagal total. Namun jika ada kesempatan yang memungkinkan, BlackBerry sebenarnya ingin mencoba lagi terjun ke pasar tablet.
http://images.detik.com/content/2015/03/04/317/112956_112212878.jpg
Kemungkinan untuk reuni bikin tablet diungkapkan CEO BlackBerry John Chen saat berbicara pada salah satu sesi di sela acara Mobile World Congress (MWC) 2015 di Barcelona, Spanyol. Saat ditanya mengenai pasar tablet, Chen mengatakan dirinya sangat terbuka dengan ide tersebut.

"Namun kami tidak sedang menggarap tablet, ini sebatas dalam pikiran saya," kata Chen seperti dikutip detikINET dari Product Review, Rabu (4/2/2015).

Andai BlackBerry kembali membuat tablet pun, menurutnya BlackBerry harus dengan matang memperhitungkan risiko dan membuatnya berbeda dari tablet yang sudah ada di pasaran.

"Saya ingin tabletnya ikonik," kata Chen. Namun sekali lagi Chen mengatakan bahwa itu bukan berarti dia dan timnya saat ini sedang menyiapkan sebuah tablet untuk diluncurkan. Chen mengatakan bahwa perusahaannya saat ini harus fokus pada hal lain.

Kejutan! Pemenang Ponsel Terbaik 2015 Adalah...

Jakarta - Persaingan pasar smartphone semakin sengit sehingga GSM Association (GSMA) kesulitan memilih siapa juara ponsel terbaik di Mobile World Congress tahun 2015 ini. Pemenangnya adalah...
http://images.detik.com/content/2015/03/04/317/115750_459354561.jpg
Daftar lengkap pemenang Global Mobile Awards 2015 versi GSMA baru saja dirilis. Di penghargaan tahun ini, GSMA memasukkan sejumlah kategori baru, antara lain Wearable Gadget, Internet of Things dan Accessibility and Inclusion. Maka, menentukan ponsel terbaik tahun ini menjadi tugas yang sulit.

Menariknya, gelar ponsel terbaik tahun ini diberikan kepada dua vendor. Ya, pemenangnya ada dua sekaligus. GSMA memilih iPhone 6 dan LG G3 untuk kategori 'Best Smartphone'.

Berbeda dengan kategori 'Best Low-cost Smartphone, dikutip detikINET dari situs GSMA, Rabu (4/2/2015), asosiasi itu sepertinya tak kesulitan menentukan generasi pertama Moto E sebagai pemenangnya, mengingat Motorola menonjol di segmen ini dengan ponsel andalannya tersebut.

Tak hanya satu kategori dimenangkan Motorola, perusahaan yang baru diakuisisi oleh Lenovo ini juga memenangkan kategori baru 'Wearable Gadget' dengan Moto 360-nya. Jam tangan pintar besutan Motorola didapuk sebagai Best Wearable Mobile Technology.

Tak heran, mengingat Moto 360 memang mendapatkan respons positif sejak pertama kali dirilis. Untuk kategori 'Device', Surface Pro 3 milik Microsoft menjadi 'The Best Tablet'. Tentu Microsoft akan semakin pede mengklaim tabletnya lebih baik dari iPad Apple.

Sedikit mengulas ke belakang, tahun lalu ponsel terbaik dimenangkan oleh HTC One dan Nokia Lumia 520 menjadi smartphone low cost terbaik. iPad Air menjadi pemenang di kategori tablet sementara Gear Fit Samsung disebut sebagai 'Best New Device'.