Tampilkan postingan dengan label d'I-NET. Tampilkan semua postingan

Selain Bisa 4G, Ini Fitur Lain Andalan BlackBerry Leap

Barcelona - BlackBerry Leap sejatinya tak jelek-jelek amat. Dengan layar sentuh 5 inch, OS BlackBerry 10.3.1, baterai yang tahan lama, keyboard virtual terbaik, dan sudah bisa 4G LTE. Rasanya cukup lumayan untuk ponsel kelas menengah.

Smartphone yang baru saja dirilis di ajang Mobile World Congress 2015, Barcelona, ini bisa dibilang penerus dari BlackBerry Jakarta Z3 yang juga diluncurkan di tempat yang sama tahun sebelumnya.

"Dalam dunia mobile saat ini, yang dipengaruhi oleh tren seperti BYOD, dimana data pribadi dan perusahaan sering mendapat serangan dari hacker, perusahaan dan konsumen sehari-hari mencari tahu dengan cara yang tidak mudah bahwa keamanan mobile adalah yang terpenting," kata Ron Louks, President Devices & Emerging Solutions BlackBerry. 

BlackBerry Leap, menurutnya, diciptakan untuk profesional dengan mobilitas tinggi yang melihat ponsel pintar mereka sebagai alat produktivitas yang kuat dan tahan lama serta perlindungan komunikasi sensitif setiap saat.

"Dengan BlackBerry Leap melengkapi portofolio BlackBerry terbaru, termasuk BlackBerry Pasport dan BlackBerry Classic, kami terus memberikan produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan konsumen dan perusahaan pelanggan kami," tambah Louks dalam emailnya kepada detikINET, Rabu (4/3/2015).

Soal harga, BlackBerry Leap seperti dilansir GSMArena, akan dibanderol USD 275 atau sekitar Rp 3,6 juta. Ponsel ini katanya akan mulai beredar di pasar global sejak April 2015.

Jejak Remah Roti Galaxy S6

Barcelona - Diawali dari Bridge Pavillion di kota Zaragoza sampai ke Park Guell karya Antonio Gaudi di Barcelona, jejak petunjuk penciptaan Galaxy S6 coba dilontarkan.

Ini adalah cerita lain di balik kelahiran ponsel yang dikenal sebagai The Next Galaxy dan disebut punya cita rasa tinggi untuk urusan desain itu. Gaya kontemporer dipilih oleh Samsung untuk penampilan yang manis dari ponselflagship terbarunya tersebut.
http://images.detik.com/content/2015/03/04/317/s6inet4.jpg
Hal ini sejatinya coba dibisikkan Samsung dalam lawatannya ke Barcelona, Spanyol untuk menyambut Galaxy S6 yang turut diikuti detikINET.

Petunjuk itu dimulai dari Bridge Pavillion yang merupakan karya arsitek modern Zaha Hadid. Lucky Sebastian, gadget enthuasiast yang ikut dalam rombongan lawatan ini menyebut jika kunjungan ke ikon kota Zaragoza itu merupakan bagian dari bread crumbles alias remah-remah roti yang sengaja ditinggalkan untuk menguak sebuah misteri. Ya, tentu saja, misteri yang dimaksud di sini adalah Galaxy S6.

Sebelum acara utama dimulai, orang dalam Samsung memang menyebut jika Galaxy S6 bakal desain fluid alias melengkung. Nah, hal ini cocok dengan gaya arsitektur Bridge Pavillion yang fluid kontemporer.



Oh iya, Lucky sendiri selama ini dikenal sebagai tukang ngoprek gadget. Namun padahal, pentolan komunitas Gadtorade ini memiliki basic sekolah arsitektur. Tak heran ia sudah familiar dengan urusan desain arsitektur

Ericsson Makin Lengket dengan Telkomsel

Barcelona - Ericsson semakin mempererat kemitraannya dengan Telkomsel. Keduanya baru saja bikin kesepakatan baru yang bikin vendor jaringan nomor satu dunia dan operator seluler terbesar di Indonesia ini makin lengket. 
http://images.detik.com/content/2015/03/04/328/loopstationjkt_rachman8a.jpg
Di sela perhelatan Mobile World Congress 2015 yang tengah berlangsung di Barcelona, Ericsson mengumumkan kalau mereka digandeng Telkomsel untuk melakukan transformasi bertajuk Operations Support Systems (OSS).

"Kesepakatan dengan Telkomsel ini adalah yang pertama di dunia. Prosesnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Ide besarnya adalah membuat transformasi operasi tradisional telekomunikasi ke zaman digital," ucap Thomas Jul, Presiden Direktur Ericsson Indonesia saat ikut ditemui detikINET di Barcelona.

Dengan transformasi OSS ini, operator akan lebih mampu memenuhi keinginan pelanggan yang makin beragam, juga lebih efisien menangani pertumbuhan jaringan yang cepat. Telkomsel akan memakai berbagai solusi software Ericsson untuk menyediakan layanan seluler lebih premium.

"Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai sebuah negara itu memiliki kemampuan. Dari pandangan di luar, industri operator di Indonesia itu sebenarnya inovatif dan kompetitif," papar Thomas.

Dalam kesepakatan ini, solusi bernama Consulting and System Integration dari Ericsson akan memainkan peran kunci dalam konsolidasi dan rencana tranformasi operasional jaringan Telkomsel. Ericsson juga bakal menyediakan solusi OSS terkini untuk manajemen kualitas layanan.

Sedangkan Ericsson Discovery and Reconciliation serta Ericsson Experience Manager akan menggantikan solusi lama yang digunakan oleh Telkomsel.

Intel Jor-joran Pamer Teknologi Baru di Barcelona

Barcelona - CEO Intel Corp. Brian Krzanich memamerkan serangkaian teknologi baru di ajang MWC 2015 di Barcelona, Spanyol. Mulai dari platform mobile system-on-chip (SoC) untuk smartphone, phablet dan tablet, fitur keamanan baru, hingga 4G LTE dan persiapan menyambut 5G. 

Dengan teknologi yang mencakup silikon, perangkat lunak dan keamanan, Krzanich mengatakan Intel adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang mampu memberikan solusi end-to-end untuk perangkat, jaringan dan cloud.

Seperti detikINET kutip dari keterangannya, Rabu (4/3/2015), Intel mengenalkan seri prosesor Intel Atom x3 -- sebelumnya dengan kode nama SoFIA -- platform komunikasi terintegrasi pertama dari Intel untuk tablet, phablet, dan smartphone murah. 

Prosesor 14nm 64-bit



Menggabungkan 64-bit multi-inti prosesor Intel Atom dengan konektivitas 3G atau 4G LTE, system-on-chip komunikasi terintegrasi ini menggabungkan prosesor aplikasi, prosesor sensor gambar, grafik, audio, konektivitas dan manajemen daya komponen dalam chipset sistem tunggal. 

Integrasi ini memungkinkan produsen perangkat untuk memberikan fitur tablet, phablet dan smartphone yang lengkap pada titik harga yang terjangkau untuk masuk dalam nilai pasar segmen yang berkembang pesat. Dua puluh perusahaan, termasuk ASUS dan Jolla, telah berkomitmen untuk membuat desain perangkat menggunakan Intel Atom

Pernah Gagal, BlackBerry Kangen Bikin Tablet Lagi

Jakarta - Tentu sebagian dari kita masih ingat, BlackBerry pernah merilis tablet di 2011. Sayangnya, tablet yang dinamai PlayBook itu tidak sukses -- kalau tak mau dibilang gagal total. Namun jika ada kesempatan yang memungkinkan, BlackBerry sebenarnya ingin mencoba lagi terjun ke pasar tablet.
http://images.detik.com/content/2015/03/04/317/112956_112212878.jpg
Kemungkinan untuk reuni bikin tablet diungkapkan CEO BlackBerry John Chen saat berbicara pada salah satu sesi di sela acara Mobile World Congress (MWC) 2015 di Barcelona, Spanyol. Saat ditanya mengenai pasar tablet, Chen mengatakan dirinya sangat terbuka dengan ide tersebut.

"Namun kami tidak sedang menggarap tablet, ini sebatas dalam pikiran saya," kata Chen seperti dikutip detikINET dari Product Review, Rabu (4/2/2015).

Andai BlackBerry kembali membuat tablet pun, menurutnya BlackBerry harus dengan matang memperhitungkan risiko dan membuatnya berbeda dari tablet yang sudah ada di pasaran.

"Saya ingin tabletnya ikonik," kata Chen. Namun sekali lagi Chen mengatakan bahwa itu bukan berarti dia dan timnya saat ini sedang menyiapkan sebuah tablet untuk diluncurkan. Chen mengatakan bahwa perusahaannya saat ini harus fokus pada hal lain.

Kejutan! Pemenang Ponsel Terbaik 2015 Adalah...

Jakarta - Persaingan pasar smartphone semakin sengit sehingga GSM Association (GSMA) kesulitan memilih siapa juara ponsel terbaik di Mobile World Congress tahun 2015 ini. Pemenangnya adalah...
http://images.detik.com/content/2015/03/04/317/115750_459354561.jpg
Daftar lengkap pemenang Global Mobile Awards 2015 versi GSMA baru saja dirilis. Di penghargaan tahun ini, GSMA memasukkan sejumlah kategori baru, antara lain Wearable Gadget, Internet of Things dan Accessibility and Inclusion. Maka, menentukan ponsel terbaik tahun ini menjadi tugas yang sulit.

Menariknya, gelar ponsel terbaik tahun ini diberikan kepada dua vendor. Ya, pemenangnya ada dua sekaligus. GSMA memilih iPhone 6 dan LG G3 untuk kategori 'Best Smartphone'.

Berbeda dengan kategori 'Best Low-cost Smartphone, dikutip detikINET dari situs GSMA, Rabu (4/2/2015), asosiasi itu sepertinya tak kesulitan menentukan generasi pertama Moto E sebagai pemenangnya, mengingat Motorola menonjol di segmen ini dengan ponsel andalannya tersebut.

Tak hanya satu kategori dimenangkan Motorola, perusahaan yang baru diakuisisi oleh Lenovo ini juga memenangkan kategori baru 'Wearable Gadget' dengan Moto 360-nya. Jam tangan pintar besutan Motorola didapuk sebagai Best Wearable Mobile Technology.

Tak heran, mengingat Moto 360 memang mendapatkan respons positif sejak pertama kali dirilis. Untuk kategori 'Device', Surface Pro 3 milik Microsoft menjadi 'The Best Tablet'. Tentu Microsoft akan semakin pede mengklaim tabletnya lebih baik dari iPad Apple.

Sedikit mengulas ke belakang, tahun lalu ponsel terbaik dimenangkan oleh HTC One dan Nokia Lumia 520 menjadi smartphone low cost terbaik. iPad Air menjadi pemenang di kategori tablet sementara Gear Fit Samsung disebut sebagai 'Best New Device'.

Orbis Belum Sempurna, Samsung Batal Jegal Apple Watch

Barcelona - Samsung memang menggebrak dengan memperkenalkan dua smartphone terbaru Galaxy S6 dan S6 Edge dan satu headset virtual reality terbaru. Namun, terlepas dari hadirnya tiga perangkat itu, ada satu yang jadi pertanyaan. Mana smartwatch terbaru Samsung?
http://images.detik.com/content/2015/03/04/317/samsung_orbis_smartwatch.jpg
Mengacu dari laporan SamMobile sebelumnya, vendor raksasa Korea Selatan itu katanya akan memboyong Orbis, smartwatch terbarunya dengan layar bundar di ajang Mobile World Congress 2015 di Barcelona, Spanyol. Namun, sayangnya spekulasi itu tak terwujud.

Menanggapi kabar yang beredar, Young-hee Lee, Executive Vice President Samsung pun angkat bicara. "Kami telah memperkenalkan lebih banyak perangkat dari siapapun. Kini saatnya bagi kami untuk rehat," ujarnya.

Tak hanya itu, Lee pun memberikan indikasi bahwa smartwatch terbarunya belum kelar difinalisasi sesuai keinginan Samsung. "Kami ingin produk yang lebih sempurna," tegasnya seperti detikINET kutip The Wall Street Journal, Rabu (4/3/2015)

Apabila mengacu dari pernyataan Lee tadi, mungkin kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Samsung tak ingin terburu-buru untuk merilis perangkat smartwatch baru. Meskipun sang kompetitor, Apple, berencana merilis arloji pintarnya di bulan Maret ini.

Orbis sendiri kabarnya merupakan perangkat yang disiapkan oleh Samsung untuk menyaingin perangkat kompetitor serupa, semisal Motorola Moto 360 dan LG G Watch R. Selain memiliki permukaan yang bundar, kabar terbaru mengatakan jika Orbis dilengkapi dengan wireless charging.

Sesudah 5G, Akankah Berlanjut Sampai 6G?

Barcelona - Jaringan seluler 4G LTE (Long Term Evolution) mulai dinikmati masyarakat Indonesia dan berbagai belahan dunia. Kini, pembicaraan sudah mengarah pada konektivitas 5G yang mungkin dikomersialkan 5 tahun lagi. Akankah berlanjut ke 6G, 7G dan seterusnya?

Menurut Thomas Jul, President Direktur Ericsson Indonesia, perkembangan teknologi seluler tersebut dipastikan akan terus terjadi. Sesudah era 5G, teknologi konektivitas baru akan muncul yang mungkin dinamakan 6G dan seterusnya.
http://images.detik.com/content/2015/03/04/328/141339_465167052.jpg
"Teknologi itu akan terus berkembang. Hal-hal seperti solusi lalu lintas pintar membutuhkan koneksi lebih cepat. Kedatangan 5G misalnya, memungkinkan sesuatu yang baru akan bermunculan dan bermanfaat secara ekonomi," ucap Thomas di sela Mobile World Congress 2015 yang turut dihadiri detikINET.

Ya, kemunculan teknologi seluler baru seperti 4G dan nantinya 5G memang dibutuhkan karena membawa manfaat besar bagi masyarakat. Koneksi lebih cepat akan membantu perekonomian serta memudahkan kehidupan warga. 

Kedatangan 5G yang membawa konektivitas stabil dan ngebut dipastikan membawa transformasi besar dalam berbagai hal. Misalnya mewujudkan kota pintar di mana semua hal terkoneksi dengan internet. 

Dari kendaraan, lampu lalu lintas sampai rumah tangga akan terhubung satu sama lain. Maka akan terwujud konsep yang disebut Ericsson sebagai networked society atau masyarakat yang terhubung.

"Konektivitas 5G itu adalah semacam evolusi dari jaringan 4G. Isu isu teknologi akan teratasi di 5G," kata Thomas. Tingkat low latency pun akan semakin membaik.

Menurut Thomas, isu yang harus diatasi adalah sumber daya spektrum yang terbatas. Maka, pemakaian spektrum harus lebih efisien dan efektif.

Sebelumnya, Ericsson telah memprediksi kalau tahun 2020, pelanggan 4G LTE menyentuh angka 3,5 miliar. Pelanggan WCDMA/HSPA masih yang terbesar dengan jumlah mencapai 4,4 miliar. Sedangkan pemakai GSM/EDGE bisa dibilang tinggal menunggu waktu untuk punah.

Pada tahun 2020 itu juga, Ericsson meramalkan bahwa era konektivitas 5G akan dimulai. Ya, diperkirakan kalau layanan 5G sudah dapat dikomersialkan dalam rentang waktu lima tahun dari sekarang. Ericsson pun mulai rajin melakukan riset dan pengembangan 5G.

Intel vs Qualcomm Berpacu Bikin Pengganti Password

Barcelona - Untuk mengamankan diri di dunia maya, kita memang tak akan bisa lepas dari yang namanya sandi rahasia alias password. Mulai dari akun email, jejaring sosial hingga sistem keuangan. 

Begitu banyaknya pashttp://images.detik.com/content/2015/03/04/398/152221_getty.jpgsword yang harus diingat terkadang malah membuat kita pusing sendiri. Namun penderitaan tersebut akan segera berakhir. Intel dan Qualcomm tengah membuat sistem keamanan biometrik baru.

Dua perusahaan semikonduktor ternama ini memperkenalkan produk yang menggunakan data biometrik untuk keamanan di Mobile World Congress 2015, Barcelona, Spanyol. 

Teknologi tersebut dapat memindai anggota tubuh untuk dijadikan kata sandi pengganti password tradisional.

Qualcomm mengembangakan teknologi sensor berbasis sonar yang dapat membaca sidik jari dari permukaan kaca, plastik dan metal. Sehingga sensor ini dapat ditempatkan di smartphone. 

Hebatnya lagi sonar tersebut dapat membaca hingga ke dalam lapisan kulit. Jadi tidak menjadi masalah mau bagian pinggiran atau tengah sidik jari yang menempel di sensor. 

“Anda tidak bisa (lagi) menggunakan lem untuk membuat sidik jari bohongan,” kata Tim McDonough, Vice President for Product Marketing Qualcomm seperti detikINET kutip New York Times,

Kecepatan Koneksi 5G Tembus 7,5 Gbps!

Barcelona - Dunia diprediksi akan masuk era konektivitas 4G yang jumlah penggunanya diperkirakan segera tembus 1 miliar. Tapi beberapa perusahaan dan negara sudah berancang-ancang menyambut era 5G, contohnya Korea Selatan.
http://images.detik.com/content/2015/03/05/328/073443_spg6.jpg
Operator besar di negara itu, SK Telecom, unjuk gigi di ajang Mobile World Congress 2015 yang tengah berlangsung di Barcelona. Salah satu yang mereka tunjukkan adalah teknologi download 5G yang tembus kecepatan 7,5 Gbps!

Dalam demonya, kecepatan super ngebut itu dipakai untuk streaming konten Ultra HD. Dan terlihat tayangannya di televisi sungguh jernih dan tidak patah-patah.

Haesung Park selaku Manager 5G technology Lab SK Telecom menyatakan saat ini memang konektivitas super ngebut itu masih dalam tahap prototipe untuk menunjukkan potensinya. Tapi bukan mustahil beberapa tahun mendatang akan benar-benar diimplementasikan.

SK Telecom sendiri berambisi untuk menjadi operator pertama di dunia yang mengkomersialkan teknologi 5G. Saat ini, mereka sibuk melakukan berbagai uji coba untuk mengembangkan jaringan 5G.

SK Telecom telah memiliki semacam 5G Forum, sebuah kemitraan antara perusahaan dengan akademisi yang melibatkan Kementerian Teknologi Korsel, untuk bekerja sama mengembangkan potensi 5G.

Mereka juga bekerja sama dengan penyedia infrastruktur telekomunikasi untuk menyambut 5G. Ericsson misalnya, menjadi mitra penting SK Telecom. Pertengahan tahun lalu, SK Telecom dan Ericsson sepakat berkolaborasi mengembangkan teknologi yang berpotensi menjadi standar 5G

Samsung Ingin Melahap Habis Pasar BlackBerry

Barcelona - Dunia telekomunikasi itu ibarat lautan luas. Banyak ikan yang bisa dijaring di dalamnya, baik yang kecil ataupun ikan besar, dimana meski jumlahnya lebih sedikit namun lebihnampol jika ada yang tertangkap.
http://images.detik.com/content/2015/03/05/319/082515_wadeknox.jpg
Ikan-ikan kelas kakap ini adalah pasar enterprise, dimana dulunya BlackBerry sangat berkuasa di sini. Namun harus diakui, BlackBerry sudah tak seperti dulu lagi. Alhasil, vendor ponsel lain pun menjajal peruntungan untuk merebut pasar ini.

Caranya? Berhadapan dengan pasar korporat tentu harus menggunakan jurus berbeda dibandingkan saat berhadapan dengan pelanggan biasa (end user). Vendor harus bisa menawarkan layanan nilai tambah (value added service) yang benar-benar dibutuhkan oleh pelanggan korporat.

Dua isu utama di pelanggan korporat adalah soal keamanan dan bagaimana layanan tersebut mampu meningkatkan produktivitas perusahaan dan karyawannya.

Untuk itulah Samsung mengeluarkan layanan Knox berbarengan dengan peluncuran Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge. Kedua ponsel flagship terbaru Samsung ini memang dirakit khusus untuk langsung pas dengan Samsung Knox yang telah ditingkatkan kemampuannya.

Samsung Knox menawarkan layanan mobile platform yang aman dari satu pihak ke pihak lainnya serta menawarkan fitur perlindungan real time dari potensi serangan berbahaya.

Duet Galaxy S6 dan layanan Knox siap untuk diadopsi perusahaan secara langsung untuk menyederhanakan dan meningkatkan manajemen perangkat mobile.

Telkomsel Dukung Pembangunan Smart City di Indonesia

Barcelona - Banyak negara yang sudah mengembangkan konsep smart city alias kota pintar seiring perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih. Bagaimana di Indonesia? Kini, di beberapa kota telah dimulai pengembangan kota pintar ini. Pengembangan smart city ini juga didukung penuh Telkomsel. 
http://images.detik.com/content/2015/03/05/328/smartcitydalem.jpg
Saat ini Telkomsel telah melakukan pengembangan smart city di beberapa kota dengan melakukan kerjasama dengan walikota dan bupati yang memiliki visi yang sama. Nantinya Telkomsel akan mendukung pengembangan smart city di seluruh Indonesia, sebagai salah satu upaya untuk turut membangun ekosistem digital di Indonesia.

"Smart city telah menjadi visi banyak kota di dunia untuk mewujudkan keteraturan dalam sistem interaksi di masyarakat sehingga dapat menciptakan efisiensi waktu dan sumber daya," kata Direktur Utama Telkomsel Ririek Ardiansyah dalam kesempatan diskusi bersama media di ajang Mobile World Congress (MWC) 2015 di Barcelona, Spanyol. 

Salah satu yang dikembangkan Telkomsel adalah membangun sensor-sensor dengan berbagai tujuan sesuai kebutuhan daerah masing-masing. 

"Platform Smart City juga dapat menjadi sumber informasi pemerintah mengenai akan apa yang terjadi di lingkungan dan masyarakat yang dilayaninya dengan cepat, sehingga pengambilan keputusan dapat diambil segera dan tepat berdasarkan informasi real time yang dikirimkan oleh sensor-sensor yang terhubung dalam satu kesatuan sistem tersebut," kata Ririek. 

Telkomsel bersama Telkom Group telah menyiapkan Smart City Platform berupa sistem terintegrasi yang menciptakan interaksi yang tepat sasaran antara pemerintah sebagai penentu kebijakan, masyarakat sebagai komunitas yang perlu mendapatkan pelayanan dan kualitas hidup yang baik, serta Telkomsel yang membangun konektivitas sebagai medium komunikasi dan informasi dalam sistem tersebut.

Pengelolaan Smart City dapat diterapkan untuk mengatasi berbagai permasalahan, seperti limbah, transportasi, kependudukan, kesehatan, pendidikan, pengairan, perumahan dan masalah perkotaan lainnya. Dengan pembangunan sistem dan sensor Smart City, masalah sosial bisa ditekan dan pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien

Teknologi Cloud Bisa Cegah Macet & Kecelakaan

http://images.detik.com/content/2015/03/05/328/dalam.jpgBarcelona - Tiap tahun, menurut data World Health Organization, 1,24 juta orang meninggal dunia karena kecelakaan di jalan. Angka ini bisa meningkat jadi 2,4 juta di tahun 2030 kalau tak dilakukan tindakan yang tepat. Kemacetan juga menjadi masalah lain yang sangat merugikan.

Di Amerika Serikat, kerugian akibat kemacetan diestimasi bisa mencapai USD 100 miliar per tahunnya. Maka untuk mengantisipasi masalah ini, Ericsson mengungkap solusi baru bernama Connected Traffic Cloud di ajang Mobile World Congress 2015 yang turut dihadiri detikINET

Connected Traffic Cloud adalah platform manajemen cloud yang memungkinkan sharing trafik real time ataupun data kondisi jalan, antara mobil yang terkoneksi dan otoritas lalu lintas. Ya di masa depan, diprediksi semua mobil akan terkoneksi internet yang membawa beberapa manfaat seperti penerapan Connected Traffic Cloud ini.

"Ada semakin banyak connected cars di jalanan, jadi lebih banyak informasi berguna yang tersedia untuk otoritas," kata Stephanie Huf, Regional VP for Marketing and Public Affairs Ericsson.

Lebih lanjut, Stephanie memaparkan kalau Ericsson kini melebarkan sayap bisnis bukan semata di sektor telekomunikasi saja. Perusahaan asal Swedia ini menyasar 3 sektor bisnis baru yakni utiliy, transportasi dan keamanan publik. Solusi Connected Traffic Cloud termasuk dalam bisnis baru Ericsson tersebut.

Stephanie memaparkan kalau dengan solusi Connected Traffic Cloud, pengemudi bisa mendapat peringatan langsung dari otoritas jika ada gangguan jalan di jalur yang dilaluinya. Pengemudi akan disarankan untuk mengambil rute alternatif atau kalau situasinya tidak memungkinkan, memakai sarana tranportasi yang lain.

"Otoritas lalu lintas di berbagai belahan dunia menyambut baik solusi semacam ini. Tidak perlu untuk terlebih dahulu memiliki koneksi ngebut seperti 4G. Kami akan menentukan fungsionalitas mana yang sesuai untuk diterapkan terlebih dahulu," tambah Stephanie kepada detikINET

Ketika BTS Menyamar Jadi Lampu Jalan yang Cantik

Barcelona - Ajang Mobile World Congress 2015 di Barcelona, Spanyol, menjadi ajang bagi Ericsson memamerkan berbagai teknologi dan produk terkini. Di antaranya base transceiver station (BTS) yang menyamar jadi lampu di jalan.

Ya, lihat saja bentuknya. Sekilas pasti tidak ada yang mengira kalau benda yang tampaknya hanya lampu ini ternyata dilengkapi dengan BTS di dalamnya. 

Menurut Hardyana Syintawati, VP Marketing & Communications Ericsson Indonesia, BTS tersebut adalah hasil garapan Ericsson dengan Philips. "Sudah ada beberapa oeprator menggunakannya seperti di Belanda," tutur Hardyana.

Dinamakan sebagai Zero Site, desain BTS ini diharapkan menjadi solusi dua masalah utama perkotaan di seluruh dunia. Pertama adalah populasi kaum urban yang terus meningkat, di kisaran 7.500 orang per jam, menyebabkan kebutuhan mobile broadband dan layanan seluler meningkat.

Permasalahan kedua adalah bagaimana memperkuat jaringan telekomunikasi di area perkotaan yang terlanjur padat. Maka, perangkat BTS yang menyamar sebagai lampu jalan ini diharapkan jadi jawabannya. 

Ya, perangkat tersebut tidak mengganggu pemandangan, malah menjadi penerang jalan. Tapi juga sekaligus mampu menyediakan coverage jaringan yang optimal di daerah perkotaan. 

Kelebihan lainnya menurut Ericsson adalah mampu dioperasikan dengan cepat dalam hitungan jam. Kemudian ada piihan desain ketinggian dari 8 sampai 12 meter serta pilihan warna agar dapat menyatu dengan lingkungan sekitar.

Lampu jalanan berbasis LED buatan Philips yang disertakan, juga diklaim dapat menghasilkan penghematan energi sebesar 50% hingga 70%. Sehingga ramah lingkungan.

Di bagian atasnya, dibenamkan perangkat seperti mRRUs/RRUs atau antena. Perangkat lain seperti unit baseband, baterai, power dan sistem pendingin ditempatkan di bawah tanah.

Bos LG Buka-bukaan Soal G4 & Rencana Mengkudeta Xiaomi

Barcelona - LG memang tak membawa jagoan terbarunya LG G4 dalam Mobile World Congress (MWC) 2015 di Barcelona, Spanyol. Namun orang nomor satu di perusahaan asal Korea Selatan itu tetap memberikan kejutan.

Smartphone yang bakal diposisikan di kelas premium ini akan memiliki bentuk yang berbeda sama sekali dengan pendahulunya, LG G3. Hal tersebut diungkap CEO LG Mobile, Juno Cho, saat konfrensi pers di sela-sela pameran.

“Desain G4 akan sangat berbeda dari G3. Bodinya terbuat dari metal,” kata Juno Cho sepertidetikINET kutip dari Korea Times, Jumat (6/3/2015).

Tak hanya desain, tampilan antarmuka G4 turut pula dirombak guna meningkatkan pengalaman pengguna. 

“Kami berencana memperkenalkan antarmuka UX 4.0 lebih dulu sebelum meluncurkan G4,“ ungkap Cho lebih lanjut.


Cho juga mengatakan, sejumlah perbaikan tersebut nantinya menjadi senjata LG untuk merebut posisi ketiga sebagai vendor smartphone terbesar di dunia. Posisi tersebut telah dicuri Xiaomi tahun lalu. 

Demi memuluskan rencananya, LG juga berencana lebih agresif lagi mempromosikan G4 di pasar utama, seperti Korea dan Amerika Serikat.

Di akhir konferensi pers, Cho sempat ditanya pendapatnya mengenai Samsung Galaxy S6. Ia mengaku terkesan dengan spesifikasi yang dimiliki duo Galaxy terbaru tersebut. 

Menurutnya Samsung telah melakukan tugas yang sangat baik pada Galaxy S6. Ia pun menyakini hal serupa akan terjadi pada pihaknya. “Nantikan saja bulan depan,” tutupnya.

Mesin Penjual Kopi Canggih Hadirkan Suasana Kafe Sungguhan

Barcelona - Mesin penjual minuman kopi sudah hadir di berbagai tempat. Pembeli tinggal memasukkan uang, memilih kopi sesuai selera dan jadilah. Namun mesin penjual kopi buatan Intel ini menghadirkan pengalaman yang jauh lebih menyenangkan.

Di ajang Mobile World Congress 2015 di Barcelona, Intel memamerkan mesin penjual kopi canggih yang dibuatnya berkolaborasi dengan restoran kopi Costa. 

Mesin itu memiliki layar sentuh definisi tinggi 27 inch. Di layar inilah, calon pembeli dapat membeli sekaligus meracik kopi kesukaannya.

Canggihnya lagi, si mesin punya semacam sensor sehingga bisa mengenali kalau ada orang yang sedang berdiri di depannya. Tak hanya itu, ia juga tahu apakah orang itu pria atau wanita dan berapa kira kira usianya.

Berdasarkan analisis tersebut, si mesin akan menampilkan pilihan kopi yang kira-kira sesuai di layar. Pembeli dapat pula memilih rasa tambahan seperti vanila atau karamel.




Tidak sampai di sini saja, mesin kopi yang ditenagai prosesor Intel i7 ini mampu menghadirkan suasana layaknya kafe kopi sungguhan. Ya, dalam proses pembuatannya, akan terdengar suara seperti orang sedang meracik kopi. Ada suara air dituang dan sebagainya. Juga ada lantunan lagu lembut yang terdengar. 

Alhasil, pembeli pun tak bosan menunggu sampai kopi selesai dibuat. Sudah begitu, harum aroma kopi pun menyebar ke udara. Sesaat kemudian, kopi pun jadilah dan siap dinikmati.

Pengelola mesin yang satu ini juga akan dimudahkan. Sebab ia akan diberi peringatan secara otomatis jika ada bahan yang sudah menipis, misalnya kalau gula sudah menipis. 

Mesin kopi canggih dan unik tersebut saat ini sudah dipasang di berbagai negara. Di Inggris misalnya, kabarnya sudah tersedia di ribuan lokasi.

Microsoft Cortana Sambangi iOS & Android?

http://images.detik.com/content/2015/03/15/317/howtogetcortanaonwpoutsideus.png
Jakarta - Microsoft sedang mengerjakan versi lebih canggih asisten digital Cortana. Bahkan kabarnya, Cortana akan menjadi aplikasi terpisah dan hadir di perangkat iOS serta Android.

Cortana punya kemampuan seperti Siri di iPhone, yang dapat melakukan berbagai fungsi cukup dengan perintah suara. Tapi Cortana diklaim lebih canggih karena mampu mengenali suara natural manusia.

Cortana saat ini baru tersedia di perangkat Windows Phone. Versi untuk komputer desktop direncanakan hadir di sistem operasi Windows 10.

Kabar bahwa Cortana menjadi aplikasi terpisah dan tersedia untuk iOS dan Android itu dihembuskan oleh kantor berita Reuters. Mereka mengutip sumber yang terkait proyek itu.

Ketika dikonfirmasi, pihak Microsoft belum mau berkomentar banyak. Mereka hanya menjanjikan kalau teknologi Cortana bakal kian canggih.

"Teknologi yang bisa membaca dan memahami email, akan berperan penting dalam versi baru Cortana," ucap Eric Horvitz, Managing Director Microsoft Research, seperti dikutip detikINET, Minggu (15/3/2015).

Sony Bikin Smartphone Khusus Pecinta Selfie

Jakarta - Sony dikabarkan sedang mempersiapkan sebuah smartphone baru yang difokuskan untuk selfie. Ponsel tersebut ramai disebut-sebut akan bernama Xperia Cosmos.

Dalam foto yang diposting @upleaks terlihat Sony membekali Xperia Cosmos dengan kamera yang cukup besar yang dilengkapi dengan lampu flash. Dengan spesifikasi tersebut memang akan memaksimalkan pengguna ber-selfie berselfie.



Secara desain, ponsel ini mirip dengan jajaran Xperia lainnya. Cosmos memiliki sudut membulat dengan tombol power di sisi samping. Perbedaannya hanya pada tombol di bagian bazel bawah yang ukurannya lebih kecil dari sebelumnya.

Xperia Cosmos akan menggunakan Android 5.0 Lollipop. Spesfikasinya sendiri, seperti detikINET kutip dari laman Androidandme, Minggu (15/3/2015), smartphone ini ditenagai oleh prosesor Mediatek. 

Belum jelas kapan Xperia Cosmos akan diluncurkan dan berapa harga akan dipatok Sony. Kita nantikan saja debut dari smartphone khusus selfie ini.

BPM Berbasis IT Tumbuh 61%, Infomedia Kuasai Pasar

http://images.detik.com/content/2015/03/15/319/ila03.jpg
Jakarta - Perkembangan industri Business Process Management (BPM) di Asia Pasifik termasuk di Indonesia, memang tidak sepesat di wilayah Amerika dan Eropa. Akan tetapi, pertumbuhannya diproyeksi mengalami kenaikan signifikan, 61% dalam kurun lima tahun mulai dari 2011 hingga 2016.

Pesatnya pertumbuhan industri BPM ini tidaklah dapat dilepaskan dari peran penggunaan ICT dalam mendorong pertumbuhan bisnis selain semakin tingginya tingkat kebutuhan dan kesadaran para pelaku bisnis akan pentingnya peningkatan excellent service kepada pelanggan.

Peluang sekaligus tantangan ini berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Infomedia Nusantara, anak usaha Telkom Group, yang kini menjadi market leader industri BPM di Tanah Air.

"Kami senantiasa melakukan inovasi dan perkembangan layanan berbasis IT untuk mendorong pertumbuhan bisnis," kata Andang Ashari, Direktur Marketing & Sales Infomedia dalam keterangan yang dikutip detikINET, Minggu (15/3/2015).

Dengan puluhan tahun pengalaman di industri contact center, Infomedia di 2015 ini semakin fokus mengembangkan new wave business yang berbasis pada Social, Mobile, Analytics dan Cloud (SMAC) melalui penyediaan layanan CRM 2.0 yang menghadirkan solusi contact center terintegrasi dengan dukungan penggunaan multi channel devices. 

Hal ini tentunya semakin memudahkan pelanggan dalam melakukan contact dengan perusahaan, sekaligus memungkinkan business owner melakukan pengelolaan customer relationship kapan saja dan di mana saja melalui voice call, video call, interactive walk in centre, social media, maupun multimedia dan mobile apps.

Infomedia juga menghadirkan layanan Analytics terhadap big data yang didapat dari proses interaksi dan transaksi pelanggan dengan perusahaan di layanan CRM ini untuk menghadirkan insight yang mendalam terhadap update industri, customer, maupun market yang bermanfaat bagi pengambil keputusan dalam melakukan perencanaan bisnis

IndonesianCloud Garap Bisnis Video Interaktif Wootag

http://images.detik.com/content/2015/03/15/319/prwootagindonesiancloud.jpg
Jakarta - Ketika ingin berhubungan dengan calon pelanggan yang potensial, hal terpenting yang harus kita perhatikan selain untuk menarik minat orang terhadap iklan yang ditawarkan adalah mampu memastikan pesan yang disampaikan diterima sepenuhnya.

Lewat strategi pemasaran secara tradisional, kita tidak akan pernah memastikan apakah iklan telah sepenuhnya dibaca/dilihat/didengarkan. Dan jika iklan anda berupa iklan digital, satu-satunya acuan hanyalah berupa nilai 'konversi' dari jumlah orang yang merespons atas iklan yang disampaikan.

Bagaimana jika ada cara lain yang lebih baik, sebuah cara yang memberikan kepastian bahwa orang-orang akan terus tertarik terhadap iklan yang ditawarkan. Dan bagaimana pula jika ada suatu cara untuk bisa membuat calon pelanggan tidak hanya menonton iklan yang ditayangkan tetapi juga beinteraksi secara live saat itu juga.

Seperti detikINET kutip dalam keterangannya, Minggu (15/3/2015), ide ini coba diwujudkan oleh Wootag dan IndonesianCloud. Wootag merupakan platform video unik yang memungkinkan perusahaan/organisasi mengupload video ke cloud dan bisa membuat interaksi langsung ke seluruh isi video.

Beberapa contoh Interaksi tersebut diantaranya bisa berupa pakaian yang bisa di klik atau bisa juga mencari tahu arah menuju lokasi suatu tempat seperti hotel/restoran, atau bahkan melakukan survey via video.

Lebih jauh Wootag memungkinkan untuk menghubungkan video interaktif dengan sistem ecommerce, sehingga proses transaksi penjualan dapat dilakukan pada saat itu juga tanpa mengharuskan orang untuk meninggalkan iklan yang sedang mereka lihat. Seperti halnya iklan tshirt, tinggal klik untuk membelinya.