Bentley EXP10 Speed 6, Penantang Aston Martin

Produsen mobil mewah asal Inggris, Bentley Motors Limited, mengisyaratkan akan lebih fokus ke mobil sport mewah dengan dua kursi. Pabrikan yang bermarkas di Crewe, Inggris, itu bertekad untuk bersaing habis-habisan dengan Aston Martin, Ferrari, dan McLaren.

Seperti dilansir Autocar UK, Minggu (8/3/2015), untuk mewujudkan tekadnya itu, Bentley berniat menggelontorkan model sport dua kursi. Salah satunya, masih berupa konsep yang dipamerkan di Geneva Motor Show 2015, EXP 10 Speed 6.

“Ini (EXP10 Speed 6) adalah salah satu visi masa depan Bentley,” tutur Chairman Bentley, Wolfgang Dürheimer.

"Konsep ini memiliki potensi untuk menjadi pemimpin pasar mobil sport dua tempat duduk,” ucapnya.

Menurutnya, jika diproduksi mobil itu tak sekadar menaswarkan kemewahan semata, tetapi juga kinerja mesin yang luar biasa. Kemungkinan mobil itu mengusung mesin 4.000 cc V8 yang bertenaga sekitar 500 hp.

Dengan tenaga sebesar itu, versi produksi EXP10 Speed 6 diperkirakan mampu melesat hingga 320 km/jam.

Durheimer mengklaim, secara keseluruhan, desain EXP 10 Speed 6 dipengaruhi oleh bentuk aerodinamis pesawat terbang. Overhang depan yang pendek, kap mesin yang panjang, grille rendah dan belakang yang lebar, dirancang untuk memaksimalkan performa mobil.

(DetikOTO)

Bajaj Kembali Ke Skutik

Pabrikan otomotif asal India, Bajaj Auto, disebut-sebut tengah menimang-nimang untuk kembali ke pasar motor skuter setelah beberapa tahun absen di ceruk pasar tersebut. Pabrikan ini bakal kembali dengan skuter model baru.

Seperti diwartakan Motorbeam, Minggu (8/3/2015), Managing Director Bajaj Auto, Rajiv Bajaj, dikabarkan tengah memikirkan strategi anyar untuk lebih menggebrak pasar motor di India. Salah satunya dengan menggelontorkan kembali varian skuter.

Terlebih, sejak April 2014 hingga Januari lalu, penjualan motor di India naik 4 persen menjadi 9,11 juta unit. Dan peningkatan terbesar dibukukan varian skuter yang naik 27 persen menjadi 3,74 juta unit.

Bajaj keluar dari pasar skuter pada tahun lalu, saat skuter otomatis alias skutik diperkenalkan di India. Padahal, pasar segmen skutik ini tahun lalu naik menjadi 28 persen dari 16 persen.

Salah satu skuter paling populer di negeri itu adalah Honda Activa yang terjual 200.000 unit saban bulannya. Mengejar laju Activa, TVS Motor Company mengandalkan TVS Jupiter dan Scooty.Bahkan TVS Jupiter terjual 30.000 unit setiap bulannya.

Keberhasilan keduanya telah membuat pabrikan lain seperti Yamaha dan Hero Motor Corporation, Mahindra dan Suzuki masuk ke pasar tersebut.

(DetikOTO)

Koenigsseg Regera, Fastest Super Car

Produsen hypercar asal Swedia, Koenigsseg, telah meluncurkan varian terbarunya Koenigsseg Regera di gelaran Geneva Motor Show 2015. Mobil yang mampu berakselerasi atau sprint dari 0-400 km/jam dalam tempo kurang dari 20 detik itu dibanderol US$ 1,9 juta atau sekitar Rp 24,3 miliar off the road.

Seperti dilansir CNN, Minggu (8/3/2015) Koenigsseg memproduksi mobil itu hanya 80 unit saja. Mobil berteknologi hybrid – yakni memadukan antara mesin konvensional dan motor listrik – tersebut memiliki tenaga hingga 1.500 hp.

The Verge menyebut, mesin bensin 5.000 cc V8 DOHC yang diusung Koenigsseg Regera ini mampu menyemburkan tenaga hingga 1.100 hp dan torsi 1.250 Nm.

Sedangkan tiga buah motor listrik menghasilkan tenaga hingga 400 hp dan torsi 900 Nm, walhasil gabungan keduanya menghasilkan tenaga hingga 1.500 hp dan torsi 2.000 Nm.

Ihwal jumlah mobil yang hanya dibuat 80 unit saja, Koenigsseg beralasan, selain karena keterbatasan kapasitas produksi, angka itu juga memiliki arti tersendiri. Angka 80 diyakini melambangkan prinsip dominasi, kendali, dan pencapaian sesuai Pythagorean Numerology.

Keunikan lain yang disuguhkan pabrikan asal Swedia itu di Koenigsseg Regera adalah Direct Drive Transmission (KDD). Dengan peranti itu, mesin bensin tak memiliki transmisi untuk menyalurkan tenaga yang dihasilkan ke roda.

Soalnya, proses perpindahan gigi pada transmisi dituding kerap menjadikan energi hilang sia-sia. Walhasil tenaga yang dihasilkan mesin tak tersalur dengan maksimal.

Sebagai gantinya, Koenigsseg menggunakan teknologi penyaluran tenaga langsung ke roda .Walhasil, perpindahan tingkat kecepatan berlangsung sangat halus dan cepat.
Koenigsseg juga merancang bagian eksterior dengan tema yang unik.

Pintu misalnya, dibuat seperti sayap dengan arah membuka secara vertical hingga sudut 90 derajat. Pada saat yang sama kaca spion akan terlipat secara otomatis.

Mobil yang berbobot 1.628 kilogram itu juga dilengkapi mode kontrol traksi yakni basah, normal, dan trek balap. Sasisnya terbuat dari bahan serat karbon dengan cangkang dari aluminum.

(DetikOTO)

Bobol AS, Hacker Inggris Ditangkap

Jakarta - Agensi Keamanan Nasional Inggris mengklaim mereka menangkap seorang hacker yang diduga terkait dengan cyber attack terhadap Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Hacker tersebut adalah seorang pria berusia 23 tahun, dan ditangkap di Inggris bagian Barat. Ia dituduh terkait dengan pencurian data di layanan pengiriman pesan yang digunakan oleh karyawan Dephan AS.

Agensi itu menyebutkan bahwa si hacker berhasil mencuri informasi kontak dari sekitar 800 orang dalam serangan yang Ia lakukan pada bulan Juni 2014.

Si hacker tertangkap setelah ia memposting screenshot dari aplikasi yang Ia gunakan untuk mengontrol database hasil pencurian tersebut. Ia juga memposting sebuah pesan ancaman di Pastebin.

"Kami berhasil menghantam Lizard, LizardSquad waktu kamu tinggal sedikit. Kami sudah berada di dalam markasmu, dan kami sudah mengontrol satelitmu," tulis si hacker, seperti dikutip detikINET dari Fox Business, Sabtu (7/3/2015).

Namun untungnya, menurut pihak agensi, tak ada data sensitif dari semua informasi yang dicuri oleh pria tersebut. Dan cyber attack tersebut tak membahayakan keamanan nasional.

(DetikINet)

Prediksi Pasar Apple Watch

Jakarta - Apple Watch memang belum secara resmi dilempar ke pasaran. Meski demikian, prediksi sejumlah analis sudah yakin menyebut jam tangan pintar besutan Apple tersebut akan mendominasi pasar smartwatch dunia. 

Lebih jauh lagi, prediksi tersebut bahkan menyebutkan Apple Watch bakal mengusai setengah pangsa pasar dengan total pengapalan diperkirakan mencapai 15,4 juta unit.

Prediksi tersebut dikeluarkan lembaga riset Strategy Analytics dalam laporan analisis penjualan dan pangsa pasar 2015. Lembaga tersebut memperkirakan pangsa pasar smartwatch besutan Apple bisa mencapai lebih dari 54,8% selama 2015.

Strategy Analytics turut memperkirakan pertumbuhan pasar smartwatch di 2015. Dari 4,6 juta unit yang terjual tahun lalu, menjadi 28,1 juta unit di tahun sekarang. Lagi-lagi, Apple Watch yang disebut-sebut memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan tersebut.

Seperti detikINET kutip dari 9to5mac, Minggu (8/3/2015), analisa yang dikemukakan Strategy Analytics tampaknya lebih realistis dibandingkan beberapa prediksi yang dirilis lembaga lain sebelumnya. 

Survei Credit Suisse misalnya, memperkirakan penjualan jam tangan pintar Apple mencapai 35 juta dalam tahun pertamanya. Perhitungan tersebut berdasarkan pada minat pengguna iPhone. Mereka juga memperkirakan sebanyak 20 juta unit akan dikapalkan.




Lain lagi dengan Morgan Stanley. Berdasarkan performa penjualan iPad di tahun pertama, lembaga riset ini mempunya perkiraan lebih tinggi. Menurutnya, sebanyak 30 juta unit smartwatch akan dikapalkan sepanjang 2015. 

Sementara itu, lembaga riset lain Gene Muster of Piper Jaffray, memprediksi ada sekitar 10 ribu unit Apple Watch versi emas 18 karat yang akan terjual tahun ini.

Kira-kira, manakah dari sekian banyak prediksi tersebut yang paling mendekati faktanya? Lihat saja nanti.

(DetikINet)

Telkomsel Kuasai Lombok

Jakarta - Tingginya penggunaan layanan data untuk mengakses internet secara mobile, baik melalui ponsel, komputer tablet, maupun modem internet yang terkoneksi dengan komputer, memicu pesatnya penggunaan layanan berbasis broadband tersebut. ‎

Di Lombok, sepanjang tahun 2014 penggunaan layanan broadband Telkomsel bahkan melonjak 110% dibandingkan tahun 2013.

"Di era digital lifestyle seperti saat ini, layanan data menjadi tulang punggung dalam mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari yang penuh mobilitas, terutama untuk tetap dapat mengakses informasi dan terhubung dengan lingkungan sosialnya," kata Gatot Priyo Utomo, GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra. 

"Mengamati perilaku komunikasi pelanggan dan semakin terjangkaunya tarif layanan data Telkomsel di Lombok, diperkirakan penggunaan layanan data masih akan meningkat sekitar 50% sepanjang tahun ini," tambahnya. 

Lonjakan penggunaan layanan data Telkomsel di Lombok tersebut tidak terlepas dari meningkatnya jumlah pelanggan layanan data yang mencapai 122% dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara umum, penggunaan layanan data Telkomsel di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2014 meningkat 84%, yang disokong pertumbuhan jumlah pelanggan layanan data sebesar 87%.

"Tingginya kepercayaan pelanggan yang memanfaatkan layanan data Telkomsel memacu kami untuk terus berupaya menghadirkan jaringan broadband yang semakin berkualitas," ungkap Danny Agus Triawan, GM ICT Operation Telkomsel Regional Bali Nusra.

Saat ini Telkomsel telah menggelar lebih dari 300 BTS 3G (Node B) di seluruh wilayah NTB. Untuk memperluas jangkauan jaringan broadband di NTB, Telkomsel berupaya menambah sekitar 40 Node B hingga akhir tahun ini.

Kapasitas jaringan broadband pun telah ditingkatkan 100 persen menjadi 2 Gbps untuk mendukung pengalaman pelanggan Telkomsel di NTB dalam menikmati layanan data yang lebih berkualitas.

(DetikINet)

5 Tips Memotret Cityscape

Singapura, Hongkong dan New York merupakan contoh kecil bagaimana memotret cityscape begitu mudah dan bisa dibilang paling ideal. Mereka mempunyai tata kota yang dirancang untuk bentang kota yang ciamik, view yang luas dengan angle atas yang menarik.

Pun begitu, bukan berarti tantangan memotret bentang kota selesai. Tetap ada tips dan trik yang patut diketahui. Apa itu?

Pertama, mencari akses paling mudah dan tanpa izin khusus terutama buat turis biasa yang tidak memiliki waktu banyak. Misalkan Marina Bay di Singapura, The Peak di Hongkong dan The Rockfeller Building di Manhattan yang bebas diakses publik dan paling mudah.

Di beberapa kota, spot yang mampu mewakili bentang kota bisa nyempil atau tidak begitu familiar. Untuk menemukannya, dapat meriset terlebih dahulu terutama dari sejumlah foto-foto yang sudah ada.

Cari kemungkinan tempat memotretnya. Termasuk rute menuju lokasi, transportasi dan akses menuju ke sana. Apakah berbayar ataukah gratis. Jika mempunyai spot yang tidak begitu umum tetapi menjanjikan view yang memukau, tidak ada salahnya dicoba.

Seperti di Osaka, terdapat Umeda Sky Building untuk melihat cityscape kota samurai itu dengan sempurna, meski masih kalah populer dibanding Osaka Castle atau Universal Studio. Di New York beberapa tempat memiliki view kota yang memukau namun aksesnya terbatas karena berada di hotel, kafe atau restoran mahal.

Kedua, pilihan lensa yang tepat untuk cityscape. Banyak yang merekomendasikan lensa lebar untuk cityscape. Pada prakteknya, tidak semua lensa lebar itu sesuai. Sebaliknya, bukan berarti lensa lebar tidak diperlukan.

Kenapa, karena jarak dari si pemotret dengan subjek foto berbeda-beda. Semakin jauh, maka akan semakin kecil foto yang dihasilkan bila dengan lensa lebar. Sebaliknya, bila jarak berdiri pemotret dengan view yang akan dijepret terlalu dekat, efek distorsinya patut dipertimbangkan. Gedung akan menjadi miring karena efek lensa lebar.

Misalkan memotret Singapura dari taman dekat galeri Louis Vuitton yang berada di seberang Patung Merlion. Jarak keduanya lumayan jauh sehingga membuat deretan gedung bertingkat menjadi mungil bila menggunalan lensa wide.

Pilihan lensa yang tepat, bisa jadi lensa 50mm atau lebih sehingga deretan gedung Singapura lebih dekat dan besar. Pantulan lampu kota di teluk Marina juga mampu terekam apik dengan proporsi natural tanpa distorsi lensa yang berlebihan.

Di The Peak Hongkong kira-kira sama. Sebab, deretan gedung kota dengan tempat pemotretan jaraknya lumayan jauh. Kalau memaksakan menggunakan lensa lebar, gambarnya banyak ruang kosong dan deretan gedungnya kurang padat. Komposisi pun menjadi kurang nyentrik.

Pun demikian, bukan berarti lensa lebar tidak diperlukan. Pada bentang kota yang tidak mempunyai jarak memotret mencukupi, lensa lebar tetap dibutuhkan. Misalkan di Dotonbori Osaka atau Times Square Garden New York. Di kedua tempat ini lensa lebar diperlukan karena mentok oleh gedung-gedung dibelakang pemotret.

Ketiga, waktu pemotretan. Terdengar sepele namun bisa merubah karakteristik dan mood foto yang dihasilkan. Termasuk persoalan musim kalau bepergian ke negara-negara bersalju.

Juga soal lama antrian menuju spot tersebut, apakah sebentar atau tidak. Di beberapa tempat, perlu antre berjam-jam seperti menuju rooftop Rockfeller Building di New York.

Semburat matahari pagi dan kumpulan awan warna-warni sunset merupakan variasi yang paling ditunggu. Disarankan untuk datang pada sore hingga malam untuk mendapatkan momen yang menarik itu. Pemotret pun dapat merekam bentang kota saat terang, sunset dan lampu kota malam hari dengan baik.

Nah, pada saat sunset hingga hilangnya mega merah, usahakan selalu memicing di belakang kamera. Sebab warna langit sedang menjadi biru total karena efek sunset. Bisa dikatakan, ini waktu terbaik untuk merekam bentang kota.

Keempat, teknik memotret. Menguasai kemampuan dan karakteristik alat yang dipunyai menjadi penting. Terutama ketika menentukan pilihan apakah akan menggunakan mode Program, Manual, ataukah Aperture Priority.

Untuk memotret bentang kota, tidak ada patokan baku untuk mode kamera. Yang terpenting nyaman dan mampu merepresentasikan kebutuhan pemotret.

Akan tetapi, untuk bisa merekam semua elemen dengan kedalaman depth of field, biasanya menggunakan aperture lebih dari f/8. Diafragma kecil ini membuat semua lapisan menjadi tajam, dari yang terdekat hingga yang terjauh.

Konsekuensinya, speed camera menjadi rendah. Bila camera dibekali dengan ISO tinggi yang baik, bisa menjadi solusi. Jika tidak, maka tripod bisa menjadi andalan untuk speed lambat. Hanya saja, tidak semua lokasi membolehkan penggunaan tripod.

Kelima, komposisi. Setelah menemukan spot yang pas dengan waktu yang tepat, bagian terakhir yang tidak kalah menentukan adalah bagaimana cara mempresentasikan cityscape dalam sebidang foto. Komposisi ini yang akan menentukan karakter foto pemotret.

Apakah akan mengikuti rule of third ataukah mencoba dengan komposisi ekperimental yang di luar pakem. Atau mencari elemen lain seperti menempatkan foreground dan framing untuk mengusir kebosanan.

Mau tidak mau, improvisasi saat pemotretan menjadi penting. Yakni bagaimana membuat foto sekreatif mungkin sehingga bisa disajikan dengan unik, menarik dan mampu mencuri perhatian.

(David I-Net)

LG Tinggalkan Qualcomm

Bos divisi mobile LG, Juno Cho, mengutarakan banyak hal di ajang Mobile World Congress 2015. Selain membahas G4 yang jadi penerus G3, ia juga mengungkap rencana LG memakai prosesor buatannya sendiri, seperti yang dilakukan Samsung.

Cho mengatakan pihaknya telah mendesain dan mengembangkan chip prosesor mobile sendiri. “Kami ingin menggunakan prosesor tersebut di jajaran smartphone LG kedepannya,” ujarnya seperti detikINET kutip Korea Times, Jumat (6/3/2015).

LG menurutnya telah menghabiskan dana jutaan dolar AS untuk mengembangkan prosesor rancangan mereka sendiri. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan LG pada Qualcomm yang menjadi pemasok utama prosesor di smartphone besutannya.

Cho mengakui bahwa Qualcomm menjadi pemimpin di pasar chip prosesor saat ini. Namun, ia menekankan bahwa LG ingin memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk diversifikasi pada prosesor yang akan mereka gunakan.

"Mungkin prosesor generasi pertama kami akan banyak masalah yang perlu ditangani, tapi prosesor generasi kedua dan ketiga akan jauh lebih baik," tegasnya dalam jumpa pers di sela pameran.

(David I-Net)